Langsung ke konten

Tentang Karya Bintang Pratama

Supplier umum untuk industri tambang sejak 2003, dengan workshop sendiri di Balikpapan.

Teknisi KBP mengoperasikan panel alat uji di workshop
Pengujian di workshop KBP, Balikpapan

Dekat dengan principal, paham secara teknis

CV. Karya Bintang Pratama berdiri pada 2003 sebagai supplier umum untuk industri pertambangan. Kami menjalin hubungan yang kuat dengan para principal, mengatur pengiriman secara efisien, dan didukung staf yang memahami produk secara teknis — sehingga kami dapat memberikan layanan, waktu pengiriman dan harga yang lebih baik.

Selain menyuplai, kami memperbaiki dan memfabrikasi: pompa pelumasan, sistem Autolube, lube skid container, sistem filtrasi bahan bakar dan alat uji. Komitmen pada kepuasan pelanggan adalah motivasi kami untuk terus melayani lebih baik.

Visi

Menjadi perusahaan pendukung tambang dan perdagangan peralatan terdepan di pasar yang kami layani, dengan fokus pada fasilitas workshop, filtrasi bahan bakar, perlengkapan keselamatan dan sistem pelumasan.

Misi

Menjadi pemasok solusi tambang “One-Stop” yang menawarkan produk berkualitas dengan nilai terbaik.

Yang kami kerjakan

Dua sisi yang saling melengkapi: barang yang tepat, dan orang yang bisa memasang serta memperbaikinya.

Suplai

Produk brand principal, stok siap untuk job site.

  • Peralatan pelumasan — Lincoln, Graco, RAASM
  • Filter & water separator — CimTek, Racor
  • Tools industri — Proto, Armstrong
  • Kelistrikan — Schneider Electric, Legrand
  • Pressure gauge — Schuh–WIKA
  • Lockout/tagout — Master Lock

Bengkel

Perbaikan, rekondisi dan fabrikasi — di workshop maupun di site.

  • Perbaikan & pengujian pompa pneumatik, hidrolik dan elektrik
  • Rekondisi sistem Autolube langsung di unit
  • Fabrikasi lube skid container & dispensing oli
  • Desain & rebuild sistem filtrasi bahan bakar
  • Modifikasi & refurbish alat uji
Tiga teknisi KBP di samping bucket excavator tambang
Papan peraga sistem pelumasan dan pompa grease di workshop KBP
Tim KBP memeriksa hydraulic power unit sebelum diserahkan